Bolagaul.com, New York – Momen yang ditunggu-tunggu para penggemar NBA akhirnya tiba. Golden State Warriors akan bertemu lawan yang dianggap memiliki potensi meruntuhkan dominasi mereka di Wilayah Barat, yaitu San Antonio Spurs.

Dalam perjalanan menembus Final NBA dua musim terakhir, Warriors selalu terhindar dari Spurs di playoff. Pada musim 2014/2015, Spurs kalah dari Los Angeles Clippers pada putaran pertama dalam tujuh gim. Semusim berselang, Spurs dijegal Oklahoma City Thunder pada Semifinal Wilayah.

Spurs baru saja memastikan satu tempat di Final Wilayah Barat setelah mengeliminasi Houston Rockets dalam enam gim. Mereka mengalahkan Rocktes pada Gim 6 secara impresif. Bermain tanpa Kawhi Leonard, Spurs meraih kemenangan dengan selisih 30 poin.

Selama mendominasi Wilayah Barat, Warriors inferior di hadapan Spurs pada musim reguler. Spurs unggul rekor pertemuan 6-4, termasuk dengan mengalahkan Warriors dengan selisih 29 poin di Oakland pada gim pembuka musim ini.

Dalam beberapa pertemuan, Warriors atau Spurs memang tak tampil dengan kekuatan penuh karena ada pemain andalan yang cedera atau diistirahatkan terkait jadwal padat. Namun, hal itu tak memengaruhi fakta bahwa Spurs merupakan ancaman terbesar bagi Warriors di Wilayah Barat. Bahkan, ada anggapan Warriors beruntung tak bersua Spurs di playoff dalam dua musim terakhir.

Dewi fortuna juga sebenarnya menaungi Warriors pada playoff kali ini. Mereka akan menghadapi Spurs yang sedang pincang.

Tony Parker tak bisa bermain lagi pada sisa playoff karena cedera. Leonard juga mungkin belum pulih 100 persen dari cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen pada Gim 6 di Houston.

Warriors juga agak beruntung pada putaran pertama dan kedua. Lawan mereka, Portland Trail Blazers dan Utah Jazz, tampil minus pemain kunci. Blazers tak bisa memainkan Jusuf Nurkic, sedangkan Jazz kehilangan George Hill dalam dua gim.

Namun, Warriors sedang berada dalam performa terbaik dan seluruh pemain mereka fit. Jadi, walaupun Spurs bermain dengan kekuatan penuh, rasanya Warriors tetap bakal perkasa, terutama jika Draymond Green bisa menjaga performanya di level tertinggi.

Green sedang menjalani musim terbaiknya sepanjang karier di NBA dengan rataan 14,9 poin per gim dan memiliki persentase tembakan tiga angka masuk mencapai 51,2 persen. Catatan apik itu ditambah rataan 9,1 rebound, 7,3 assist, dua steal, dan 2,6 block per gim.

(sumber:bola.com)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.