Bolagaul.com, Jakarta – Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, mengungkapkan saat ini sudah ada empat pelamar yang melamar menjadi Sekjen PSSI menggantikan Ade Wellington. Namun, Ketum PSSI masih menolak mengungkap identitas keempat orang tersebut karena pendaftaran masih dibuka hingga 20 Mei 2017.

PSSI membuka pendaftaran untuk posisi Sekjen PSSI yang saat ini ditempati oleh Joko Driyono sebagai pelaksana tugas merangkap Wakil Ketua Umum PSSI. Pendaftaran tersebut dibuka hingga 20 Mei 2017 dengan cara para pelamar harus membawa sendiri curriculum vitae ke kantor PSSI di Gran Rubina, Kuningan, Jakarta.

Edy Rahmayadi mengungkapkan dalam dua hari setelah pengumuman pendaftaran tersebut, sudah ada empat orang yang mengajukan lamaran untuk posisi yang ditinggalkan Ade Wellington sekitar satu bulan lalu. Namun, Ketum PSSI itu masih bungkam soal identitas keempat orang yang mengajukan lamaran itu.

“Ada empat orang yang mendaftar untuk posisi itu. Sebelumnya bukan orang PSSI, hanya pengamat sepak bola saja. Nanti akan kami tampung dulu semua sebelum dilakukan proses penilaian karena ini adalah jabatan yang sangat penting,” ujar Edy Rahmayadi di sela-sela Turnamen Invitasi Sepak Bola Antar Forum Wartawan 2017 yang digelar PSSI Pers di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta.

Edy Rahmayadi menjelaskan kriteria yang dicari dari seorang Sekjen PSSI. Menurut Edy, pengganti Ade Wellington itu harus mampu berkomunikasi dengan semua pihak dan menguasai setidaknya dua bahasa asing.

“Kriteria yang penting ia harus menguasai dua bahasa asing, yang utama bahasa Inggris dan satu bahasa asing lain sebagai pendukung. Yang penting lagi ia harus bisa berkomunikasi dengan semua pihak, salah satunya dengan wartawan,” ujarnya.

Saat ini posisi Sekjen PSSI diisi Waketum PSSI, Joko Driyono. Ada anggapan, sosok yang hingga kini cocok untuk posisi Sekjen PSSI memang Joko Driyono. Bahkan Ketua Departemen Timnas Indonesia, Gede Widiade, juga berpendapat demikian.

“Tidak ada orang lain yang lebih cocok mengisi jabatan Sekjen PSSI selain Joko Driyono,” kata Gede Widiade beberapa waktu lalu.

Namun, Edy Rahmayadi tidak sepakat dengan hal itu. “Pak Joko itu sudah menjadi Wakil Ketua Umum PSSI, tidak boleh diturunkan lagi menjadi sekjen. Ibaratnya, jika ia sudah jadi Wakil Presiden, masak ia turun jadi Menteri Sekretaris Negara. Saya rasa di Indonesia juga kurang cocok jabatan rangkap seperti itu,” tegasnya.

(sumber:Bola.com)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.